Resiko Terbesar Dalam Hidup

in Bebas Utang/From Debt To Millionaire/lunas utang by

Jika pada artikel sebelumnya telah disharingkan mengenai penyesalan terbesar dalam hidup, maka kali ini akan disharingkan apa Resiko Terbesar Dalam kehidupan manusia.

Permasalahan yang banyak dihadapi oleh sebagian besar manusia adalah takut dengan resiko dan ingin – kalau bisa- menghindari semua resiko hidup yang ada. Sekilas ini tampak manusiawi dan wajar, namun apakah kenyataanya demikian? Sering banyak orang tidak menyadari kenyataan dan memiliki mindset yang keliru, sehingga sikap dan tindakanya pun akan kurang tepat. Bahkan ketakutan akan resiko ini begitu kuat sehingga membelenggu potensi seseorang yang sesungghnya.

Potensi yang besarpun tidak akan bisa dimanfaatkan dan dibuktikan karena ketakutan akan resiko ini, pupus sebelum dicoba, layu sebelum berkembang.

Mindset bahwa menghindari resiko adalah tidak beresiko menyebabkan banyak orang kemudian menghindari resiko dengan diam, tidak mengambil keputusan apapun bahkan tidak mengambil tindakan apapun. Dengan demikian meresa diri terhindar dari resiko.

Pertanyaanya, apakah dengan diam, tidak mengambi keputusan dan tidak melakukan apa-apa kemudian resiko berkurang atau menghilang?

Ini suatu yang unik, inilah kehidupan, apapun pilihan kita, memilih A, B maupun C memiliki resiko sendiri-sendiri, bahkan diam pun memiliki resikonya sendiri. Tidak melakukan apa-apa justru dalam suatu keadaan menjadi lebih beresiko.

Jadi resiko terbesar manusia adalah tidak berani mengambil resiko. Dalam hidup ini resiko tidak bisa dihindari, resiko hanya bisa diminimalkan dampaknya, bisa dikurangi, asal….

Dengan cara apa resiko bisa diminimalkan atau dikurangi dampaknya?

Satu hal yang dapat mengurangi dampak resiko yaitu knowledge (pengetahuan, termasuk skill/ketrampilan). Mengapa demikian?

Coba lihat seseorang yang tidak bisa main surfing (selancar) di ombak, ketika ke pantai Kuta atau Padang-Padang di Bali atau pantai lanya dan melihat ombak yang besar dia akan berpikir berulang kali untuk menerjuni dan bermain ombak. Dia merasa akan beresiko tinggi jika dia nekat menceburkan diri di ombak yang cukup besar, dia akan menghindari ombak.

Coba tengok orang yang trampil berselancar (ini kebanyakan orang bule), dia malah mencari dan menaiki – menjadikan ombak sebagai mainan-. Setiap hari mencari ombak, bahkan semakin besar semakin dicari bukan?

Mengapa ini bisa terjadi?

Yang satu menghindari ombak yang satu lagi justru mencari ombak.

Dimana perbedaan kedua orang ini?

Perbedaanya adalah di pengatahuan dan ketrampilan bermain selancar bukan?
Pengetahuan dan ketrampilan kuncinya.

Mirip dengan orang yang berinvestasi di pasar modal, sebagian orang menganggap berinvestasi di pasat modal itu beresiko. Akan tetapi sebagian besar lagi justru bisa mendapatkan banyak keuntunga dari investasi tersebut. Letak perbedaan mereka dimana? Sekali lagi di knowledge dan skill, orang yang knowledgable tentang pasar modal akan bilang berinvestasi di pasar modal itu tidak beresiko bahkan menguntungkan mereka. Bagi yang tidak mengetahui pasar modal pasti akan bilang itu beresiko.

Nah, oleh karena tidak ada bagian hidup yang bisa terhindar dari resiko, maka terimalah dan kelolalah resiko dari pilihan hidup yang Anda sukai. Hidup ini akan menjadi lebih baik kalau kita juga bisa menjadi lebih baik. Bagaimana agar kita bisa menjadi lebih baik? Dengan menjadikan diri kita lebih pandai. Bagaimana cara agar kita lebih pandai? Dengan belajar, ya…hanya dengan belajar kita akan bisa lebih pandau. Kalau kita lebih pandai maka hidup kita akan lebih baik.

Proses belajar yang paling baik melalui 4 tahapan yitu, membaca, diajar, melakukan dan mengajar. Hanya dengan melalui 4 proses inilah maka penguasaan pengetahuan seseorang bisa mencapai 100% atau setidaknya mendekati 100%. Membaca hanya akan mendapatkan 10%, diajar sekitar 20%, melakukan 40% dan sisanya adalah mengajarkanya ke orang lain. Proses ini akan lebih efektif jika dimulai dari yang pertama, yaitu membaca. Mengapa? Karena dengan membaca seseorang memulai proses memasukan knowledge ke dalam alam bawah sadarnya untuk disimpan disana. Agar pada saat dibutuhkan ada referensi knowledge itu di pikiran bawah sadar. Kemudian baru diajar, melakukan dan mengajar.

Nah… marilah mengalahakna resiko dengan pengetahuan. Selamat mencari dan mendapatkan pengetahuan sebanyak-banyaknya, maka resiko bisa “dikalahkan”.

Demikian juga jika saat ini Anda memiliki resiko dan masalah keuangan, ini membuktikan kurangnya pengetahun mengenai mengelola keuangan. Perbanyak pengetahuan tentang keuangan dengan membaca dan mempelajari buku-buku mengenai keuangan dan utang. Tindakan ini akan mempercepat recovery keuangan Anda sekaligus mencegah kemungkinan terjatuh dan terjebak lagi dalam masalah keuangan. Mungkin e-book fromdebtomillionaire jadi salah satu bacaan yang tepat untuk ini.

Jangan pernah berhenti belajar.

Work Harder On Yourself (Belajar dan berlatih diri) Than Your Job

~ Jim Rohn

Semoga Anda sukses dan bahagia selalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*